Researchers at ASPARI (Asia Pacific Research Institute) in Indonesia have published several publications, including book chapters in both English and Indonesian. Our organization has a long-term partnership with Dyatmika Janardana Publishing, a registered publisher at the National Library of Indonesia. Our goal is to have numerous publications from academics, researchers, students, and even the general public contribute, particularly in matters related to accelerating the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia and even globally.
GOVERNANCE AND POLICY IN THE ERA OF SOCIETY 5.0
(Collaborative and Creativity in Realizing Sustainable Development Goals)
AUTHORS
I Made Wimas Candranegara, Supranoto, Emina Mušija, Robert Mikac, Ivana Cesarec, Kristina Vrbek, Henilia Yulita, Koerniawan Hidajat, Teuku Fahmi, Mohammad Kemal Dermawan, Anggi Aulina Harahap, Maria Imaculata Goran Mosa, Wayan Widiana, Gusti Agung Putu Eryani, I Nengah Sinarta, Tedi Gunawan, Akbar Saputra, Muchamad Irham Fathoni, Belinda Azzahra, I Wayan Mirta, Ni Made Anggriyani, Kadek Agus Febriana Putra, Ni Putu Ayu Wijayanti, I Gede Kariasa, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati D, Ni Luh Sephia Adnyani Putri, Dewa Ayu Cintia Pradnya Githa, Ni Putu Ayu Ratna Dewi, Ni Putu Dinda Kalpika Putri, Putu Novita Dewi Lestari, Ni Nyoman Adinda Trisna Dewi, Ni Made Suryaningsih, Putu Ayu Candradiva Saraswati, Kadek Dwi Cahyani, Luh Putu Susila Adnyani, Tania Angelina Margaretha, I Putu Dio Mahardika, Putu Angelleta Putri, Ferina Khusumadewi Yasa, Wahyu Padma Baskara, Rima Widyasti, Adam Diavano, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, Hilyati Zahro, Desak Made Marysha Dewi, Joanna Fransiska Lumbanraja, Karina Ayu Anggia, Made Bayu Hendryawan, Ni Gusti Ayu Made Marlin Rintha Putri, Ni Wayan Atik Sarmila Dewi, Nisrina Lutfiyah Dwi Putri, Nur Shafa Taufiqa, Salsabilah Shofiyatul Jannah dan Thabed Tholib Baladraf, Muhammad Choiri Ikhsan, Ni Kadek Inasih Surya Sari, Ni Luh Pinky Novi Yani, Ni Kadek Wulan Widyawati
EDITOR
Ni Wayan Desi Budha Jayanti, S.AP., M.AP
Publisher
PT. Dyatmika Janardana Publishing First Printing : 2024
Book Size : 15,5x23
Number of pages : x + 381 page
ISBN : 978-623-10-5039-7
PREFACE
“Governance and Public Policy in the Society 5.0”. This theme was chosen as an answer to the increasing need for knowledge and sharing of expertise in the current era where advances in information technology, post-Covid-19 pandemic and society unite in society which is also known as Society 5.0. The existence of society 5.0 has been increasingly visible since the concept was released in Japan. One definition of society 5.0 we know of a human-centered society that balances economic progress with solving social problems with a system that deeply integrates cyberspace and physical space. The social reforms (innovations) in Society 5.0 will create a forward-looking society that breaks the existing sense of stagnation, a society in which members respect each other, transcend generations, and a society where everyone can lead active and fun life.
In Society 5.0, a large amount of information from sensors in physical space is accumulated in cyberspace. In cyberspace, this big data is analyzed with artificial intelligence (AI), and the results of the analysis are fed back to humans in physical space in various forms. The rigid, flaccid and slow type of bureaucratic organization is no longer suited to the new challenges of a 5.0 society with a disruptive environment. On the other hand, Governance is expected to trigger the growth of a super intelligent society. Governance and public policy will be able to protect society from the digital divide, but will also create a humane environment in which all technology-based public services will promote prosperity and well-being for all.
Over time, technology made by humans is growing. One of them is Society 5.0 which was initiated by the Japanese state. This concept allows us to use modern science-based (AI, Robot, Iot) for human needs with the aim that humans can live comfortably. Society 5.0 itself was just inaugurated 2 years ago, on January 21, 2019 and was made as a resolution to the industrial 4.0 resolution.
The concept of Industrial 4.0 and Society 5.0 resolutions actually do not have much difference, but the Society concept is more focused on the context of humans. If the industrial revolution uses AI, and artificial intelligence as its main component, while Society 5.0 uses modern technology, it only relies on humans as its main component. The concept of Society 5.0 is a refinement of the previous concepts. Where as we know, Society 1.0 is when humans are still in the era of hunting and knowing writing, Society 2.0 is an agricultural era where humans are familiar with farming, Society 3.0: has entered the industrial era, namely when humans have started using machines to help with daily activities -days, Society 4.0: humans are familiar with computers to the internet and Society 5.0 an era where all technology is part of humans themselves, the internet is not only used to share information but to live life.
In Society 5.0 where the main component is humans who are able to create new value through technological developments, it can minimize the gap in humans and economic problems in the future. Indeed, it seems difficult to do in a developing country like Indonesia, but that does not mean it can't be done because currently Japan has proven it as a country with the most advanced technology.
If you need this book, please contact us (+62881037594770)
KEBIJAKAN PUBLIK PASCA PANDEMI
(Kolaborasi dan Kreativitas dalam Mewujudkan Keberlanjutan)
AUTHORS
I Made Wimas Candranegara, Aditya Febriansyah Nugroho dan Dien Nur Aulia Zahro, Ardimansyah, Queentera Cantika Arasada, Giffary Putri Sabila, Ika Nurul Ngaini, Iskandar, Kemas Rangga Alwiono, Krisyulaeni, Diah Puji Lestari, Kurniawan Azra’, Sahwan Luriadi, Michael Ananda Kurniawan, Moh. Taqiyudin Ramdani, Muhammad Arjun Fanani, Muhammad Taufiq Ramadhan, Rahul Willy Siregar, Rizka Yulistiya Wardani, Rayhan Andhika Fasya, Ni Wayan Atik Sarmila Dewi, Regilsa Fariz, Herlina Siswandari, Risma Nur Damayanti, Moh Aqsa Almubaraks, Sultan Hadi Prabowo, Bastian Eldi, Baihaqi Aksa, I Dewa Gede Agung Putra Narayana, I Gusti Bagus Dwi Widyadnyana, Elvaretha Natalia Kurniawan, Kresna Purwandaru, Bidayatul Khoiriyah, Nabil Nabhan MH, M. Faisal Rizqy Pratama, Ni Ketut Candra Puspita, Rifda Muthia Zahra, Sofia Qotrunada, Salma Isnadya Pratiwi, Ari Adrianto, Bayu Setiawan, Marizka Mashulatul Izza, Alya Jauza Caesarrasti, Moch. Izzul Haq Al Ma’ruf, Winda Shania Fitri, Achmad Nauval Waliuddin, Wulan Kurnia Laila Oseanti, Fransisco Situmorang, Gede Agus Wira Tanaya, Kusuma Vimala Putra, I Putu Gede Eka Praptika, Muhammad Rifai Hasbi, Mutiara Dewi, Ni Luh Sephia Adnyani Putri, Nida Yulianti, Firdaus Finuliyah, Rahadian Anggata Iriansa, Sinung Gilang Akbar Paramartha, Rizky Amaliyah, Shaffira Ayuning Byzhura, Devi Nazhifa Nur Husnina, Adhisa Dhiya Ulhaq, Dwi Wahyu Ahmad Fauzi, Hania Andriani, Hari Winanda, Teti Maelina, Khaerul Bashar, Ummul Mu’minin, Maria Deianeira Evangelista, Vincentius Fernando Khrisna P., Muhammad Yogi Alfito Valentino, Ni Gusti Ayu Made Marlin Rintha Putri, Putu Novita Dewi Lestari, Nur Rizal, Rembulan Permata Octalia, Restu Aditia, Adriesty Salma Lailika, Stenley Christnovantz, Alda Aulia Nadhila, Tri Harni, Amilatul Khoiriyah, Indah Yulia Maulida, Gerald Ezra Charles, Mita Lutviatiani, Moch. Fahmy Rizki Rizaldy, Nurul Izzah Az Zahra.
EDITOR
Ni Wayan Desi Budha Jayanti, S.AP., M.AP
Publisher
PT. Dyatmika Janardana Publishing
First Printing : 2024
Book Size : 15,5x23
Pages : xvi + 515 page
ISBN : 978-623-10-5483-8
Abstract
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak pertengahan Maret 2020 tidak hanya berdampak besar terhadap kesehatan, tetapi juga perekonomian Indonesia. Pandemi Covid-19 menyisakan permasalahan yang kompleks di berbagai sektor yang harus segera ditangani, khususnya permasalahan di sektor ekonomi. Pemerintah terus berupaya untuk memulihkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kestabilan daya beli masyarakat, meningkatkan produktivitas, mengurangi tingkat pengangguran dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, percepatan pemulihan ekonomi nasional menjadi program prioritas pemerintah saat ini. Dengan adanya program pemulihan ekonomi ini diharapkan target pemerintah untuk mencapai defisit dibawah 3% di tahun 2023 dapat soft landing. Untuk mewujudkan program prioritas ini, pemerintah telah membuat kebijakan dalam pengelolaan keuangan negara dengan menyusun berbagai kebijakan keuangan negara terutama dalam sektor penerimaan, belanja dan pembiayaang anggara negara. Kebijakan pengelolaan keuangan ini dikenal sebagai kebijakan fiskal. Tantangan pemulihan ekonomi ini menjadi berat karena selain pemulihan ekonomi di dalam negeri pascapandemi Covid-19, pemerintah juga dihadapkan pada permasalahan resesi global. Pemerintah terus berupaya mencari cara dan strategi agar dapat mengelola keuangan lebih efektif dan program-program prioritas dapat tercapai melalui kebijakan reformasi fiskal.
Negara telah menggunakan instrumen fiskal tambahan untuk menangani pandemi COVID-19. Defisit anggaran semakin meningkat karena peningkatan pengeluaran yang cukup besar dan tekanan pada penerimaan karena kontraksi ekonomi. Pada tahun 2020, defisit fiskal anggaran mencapai 6,1% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), dan rasio utang meningkat hingga 39,4% dari PDB. Meskipun Indonesia berhasil bangkit dari resesi pada akhir tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen per tahun (yoy), defisit anggaran masih cukup tinggi, yaitu 4,65% dari PDB. Pada tahun 2022, pemerintah melakukan reformasi untuk mencapai target defisit di bawah 3% pada tahun 2023. Untuk meningkatkan basis perekonomian, reformasi fiskal dilakukan.
Pemulihan ekonomi dan pelaksanaan reformasi struktural menjadi fokus kebijakan fiskal tahun 2024. Tiga reformasi fiskal dilakukan pemerintah untuk mendukung kebijakan fiskal. Ini termasuk reformasi pendapatan pajak dan Pendapatan Negara Bukan Pajak, reformasi penganggaran belanja dengan meningkatkan pengeluaran, dan reformasi pembiayaan. Buku ini membahas kebijakan fiskal pemerintah dan pelaksanaannya. Reformasi fiskal adalah salah satu langkah nyata untuk mewujudkan agenda pemulihan ekonomi. Ini sekaligus merupakan strategi untuk mempertahankan pemulihan jangka pendek dan menengah. Mengoptimalkan pendapatan negara, mendorong peningkatan belanja yang efektif, dan mengoptimalkan pembiayaan anggaran adalah fokus kebijakan fiskal pemerintah tahun 2024. Dengan meningkatkan desentralisasi fiskal, pemerintah daerah dapat memanfaatkan sumber daya nasional untuk mengatur kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh negeri. Ini adalah bagian dari reformasi fiskal.
Buku “Kebijakan Publik Pasca Pandemi (Kolaborasi dan Kreativitas dalam Mewujudkan Keberlanjutan)” ini merupakan naskah essay kumpulan dari berbagai kalangan di lingkup akademik baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa. Buku ini dibagi menjadi 6 Bab dengan bidang fokus berbeda-beda setiap babnya. Diharapkan buku ini menjadi sebuah referensi bagi kalangan mahasiswa maupun umum dalam menyusun setiap kebijakan bagi kepentingan masyarakatnya.
If you need this book, please contact us (+62881037594770)